SERANGAN ISRAEL KE ATAS FLOTILA MISI BANTUAN KEMANUSIAAN LL4G KE GAZA

APA YANG BENAR-BENAR BERLAKU?
Sebagaimana yang dimaklumi 7 buah kapal yang menyertai konvoi bantuan kemanusiaan antarabangsa ke Gaza sedang belayar menuju ke perairan Gaza melalui Laut Mediterranean. Konvoi ini diketuai oleh sebuah NGO daripada Turki iaitu Insani Yardim Vakfi (IHH). Maklumat terkini ialah kapal induk Mavi Marmara telah diserang oleh angkatan laut Israel. Akibat dari tindakan biadap ini 3 orang sukarelawan telah terkorban dan 30 lagi mengalami cedera parah.
Seramai 12 orang sukarelawan bersama-sama petugas media daripada Malaysia turut menyertai konvoi bantuan kemanusiaan ini. Mereka berada di atas kapal "Mavi Marmara". Penyertaan mereka bersama konvoi ini adalah semata-mata atas dasar kemanusiaan.
Semua objektif dan pergerakan konvoi ini adalah berpandukan kepada Resolusi 1860(2009) yang ditetapkan oleh Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu dan undang-undang maritim lain yang berkaitan. Antara lain, Resolusi 1860 menyebut antara lain
a) menyeru kepada penghantaran bantuan kemanusiaan kepada Gaza termasuk makanan, minyak dan kemudahan perubatan,
b) menggalakkan usaha-usaha membuka laluan dan mekanisma lain bagi tujuan menyampaikan bantuan kemanusiaan yang berterusan,
c) menyeru semua negara untuk menyokong usaha-usaha di peringkat antarabangsa bagi memperbaiki keadaan kemanusiaan dan ekonomi di Gaza, dan
d) mengecam semua bentuk keganasan dan serangan terhadap masyarakat awam dan semua bentuk terorisma.
Semua rakyat Malaysia yang terlibat di dalam konvoi ini berpegang teguh kepada peraturan dan undang-undang antarabangsa dan pekerti mulia sesuai dengan aspirasi negara Malaysia.
Konvoi ini membawa kira-kira 10,000 tan barangan bantuan. Seramai lebih 540 orang menaiki kapal Mavi Marmara, termasuk ahli parlimen, ahli akademik, petugas media, ulamak, seorang kanak-kanak berumur kurang daripada satu tahun dan juga seorang warga emas berumur lebih daripada 80 tahun. Tidak ada sebarang bentuk senjata dibawa bersama konvoi ini walaupun untuk tujuan mempertahankan diri. Fakta ini jelas menunjukkan bahawa konvoi ini adalah benar-benar sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang akan disampaikan oleh sukarelawan-sukarelawan dari kalangan masyarakat awam.
Berdasarkan kepada fakta-fakta ini jelas Israel secara biadap telah melanggar undang-undang antarabangsa. Apatah lagi serangan ini berlaku di perairan antarabangsa dan dilakukan ke atas sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang tidak bersenjata yang bertujuan aman. Tindakan Israel menginjak-injak prinsip kemanusiaan ini wajar mendapat kutukan dari seluruh masyarakat antarabangsa yang cintakan keamanan dan keadilan.

Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
YANG TERKINI: 487 Aktivis Armada Kebebasan Ditahan di Penjara Israel
Israel telah memenjarakan 487 aktivis internasional yang ditangkap selama penyerbuan mematikan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan untuk Gaza, sementara 48 orang lainnya harus "diusir."
Mereka yang ditahan berada dalam tahanan di penjara Israel di wilayah selatan Asdod, sedangkan 48 lainnya akan dibawa ke bandara Ben Gurion internasional dan dikirim kembali ke negara asal mereka, AFP mengutip laporan radio publik Israel mengatakan pada hari Selasa (1/6).
Para aktivis internasional diinterogasi oleh polisi Israel pada hari Selasa ini, sehari setelah armada kapal mereka diserbu oleh pasukan Israel di perairan internasional, 150 km (90 mil) dari Gaza.
Israel menahan para aktivis kemanusiaan di bawah sensor media yang ketat dan membuat mereka benar-benar terputus dari dunia luar, untuk memastikan tidak ada kontradiksi dari versi kejadian pada hari Senin kemarin.
Serangan pada subuh hari itu menyebabkan 20 orang wafat, menurut saluran TV Al-Aqsa, dan sekitar 50 lainnya terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit Israel.
Operasi brutal Israel mengundang kecaman luas dari masyarakat internasional dan mendorong negara-negara di seluruh dunia memanggil Duta Besar Israel untuk meminta penjelasan.
Dewan Keamanan PBB melakukan sidang darurat untuk membahas serangan Israel terhadap armada kebebasan, dengan sebagian besar anggota dewan keamanan yang terdiri dari 15 negara menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Ada banyak warga Turki di antara 700 aktivis yang menyertai konvoi enam kapal armada kebebasan. Termasuk pegiat kemanusiaan internasional dari Israel dan Palestina serta Amerika dan negara-negara Eropa - di antara mereka ada yang berprofesi sebagai politisi, korban Holocaust yang selamat dan penulis Swedia.
Versi Tel Aviv menegaskan bahwa sembilan aktivis tewas dalam serangan laut di kapal Mavi Marmara, yang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serangan itu dibenarkan sebagai tindakan untuk "membela diri."
Armada kebebasan menuju Gaza membawa lebih dari 10.000 ton bantuan kemanusiaan untuk mematahkan blokade panjang terhadap Jalur Gaza, yang telah membuat rakyat Gaza menderita.
________________________________________________________________________________
Huh. I think Israel totally has gone over the limit. I mean, there is no logical explanation for their action! Attacking a ship loaded with medicines, food, school supplies, etc??! They show no mercy at all!! And what shall we all do here in Malaysia? Just wait and see? At least, PLEASE be alert on this matter.. don't think this is nothing serious, this is a question of HUMANITY. This shows how we care about our brothers and sisters in Gaza who are already living through hardship all these years. It's like living in a gigantic prison, maybe we don't realize it because they all don't declare it officially. Truly, would you stand to live in a place where 90% of the water sources are contaminated, food and education is scarce, each night wondering if you will wake up the next day or die from unexpected raids by the heartless soldiers?
And just when somebody is about to reach a hand, they were blocked from reaching you. Everybody in their right mind should realize that this is called terrorism!!.
In the end, the least that I can do is spread this issue to everyone so that we all would be alert. While our brothers and sisters are going through the pitiless fight thousands of miles away, actually we are also going through our own battle here. The Israeli people are already aiming their invisible bullets at our heads, with well-planned strategies to bring us down. Whether we realize it or not, it's all in our hands how we want to endeavor the challenges in front of us. Insya-Allah, may He instill our faith strongly in our hearts and protect us from the dark influences of our ENEMY.
Bismillahirrahmanirrahim..
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Our Lord! Pour forth on us patience, and set firm our feet and make us victorious over the disbelieving people." Al-quraan 2:250

~nffm~